Menjaga keseimbangan perahu langsing di atas permukaan air yang tenang memerlukan penguasaan teknik dasar kayuhan dan postur tubuh yang benar. Penguasaan Dayung Kano diawali dengan penyesuaian posisi lutut yang bertumpu pada dasar perahu guna menciptakan pusat gravitasi yang rendah dan kokoh. Pendayung memegang tangkai dayung dengan satu tangan di bagian pemegang atas dan tangan lainnya di bagian tengah batang dayung. Kedudukan tubuh yang simetris mencegah perahu terguling ke samping saat pendayung mulai memasukkan bilah dayung ke dalam air.
Teknik kayuhan lurus atau J-stroke merupakan manuver paling vital untuk menjaga arah laju perahu tetap lurus tanpa harus berganti sisi kayuhan. Pada akhir dorongan air, pendayung memutar bilah dayung membentuk huruf J kecil untuk mengompensasi pembelokkan arah nose perahu. Penguasaan kayuhan ini memungkinkan pendayung meluncur secara konstan dan hemat energi dalam menempuh jarak lintasan yang panjang. Latihan kelenturan pergelangan tangan sangat memengaruhi kerapihan dan efektivitas pembentukan gerakan kayuhan khusus ini.
Keterampilan mengendalikan perahu pada air tenang membutuhkan koordinasi yang harmonis antara dorongan otot punggung, bahu, dan tumpuan pinggul. Pendayung melontarkan bilah dayung sejauh mungkin ke depan lalu menariknya ke belakang memanfaatkan putaran batang tubuh bagian atas. Penggunaan kekuatan otot besar dari punggung mengurangi beban kerja otot lengan sehingga pendayung tidak cepat mengalami kelelahan otot berlebih. Irama kayuhan yang stabil dan konstan menjaga kecepatan meluncur perahu berada pada tingkat yang paling optimal.
Kondisi air dan cuaca di area danau atau situ dapat berubah mendadak akibat hembusan angin kencang yang menciptakan gelombang permukaan. Pendayung harus tetap tenang dan merendahkan posisi badan jika merasakan guncangan keseimbangan akibat terpaan angin dari samping. Penggunaan bilah dayung sebagai penyangga datar di atas permukaan air membantu mengembalikan kestabilan perahu yang terguncang. Pemahaman mengenai dinamika permukaan air memberikan rasa aman bagi pendayung saat berlatih dalam berbagai situasi alam Di Air Tenang.
Penggunaan jaket pelampung keselamatan bersertifikat menjadi kewajiban mutlak yang tidak boleh diabaikan oleh pendayung dari tingkat pemula hingga profesional. Sebelum turun ke air, kelayakan perahu dan keutuhan bilah dayung harus diperiksa secara cermat untuk menghindari kebocoran atau kerusakan teknis. Latihan keselamatan cara kembali naik ke atas perahu setelah terbalik wajib dikuasai secara penuh di bawah pengawasan instruktur. Dengan persiapan peralatan dan teknik yang matang, aktivitas olahraga mendayung ini dapat berjalan sangat Kano Stabil.