Kesehatan bukan hanya soal latihan fisik yang intens, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat setiap hari. BAPOMI Banyuasin secara konsisten menjalankan program Pendampingan Rutin di berbagai panti asuhan untuk mengintegrasikan pola PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) ke dalam aktivitas sehari-hari anak-anak yatim. Mereka percaya bahwa Olahraga bukan hanya alat untuk mengejar prestasi, tetapi juga sarana untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih yang sangat krusial bagi kesejahteraan anak-anak panti.
Dalam setiap sesi kunjungan, tim BAPOMI tidak hanya fokus pada teknik bermain bola atau voli. Mereka memulai aktivitas dengan edukasi kebersihan diri, seperti mencuci tangan yang benar sebelum dan sesudah latihan, menjaga kebersihan alat olahraga, hingga pentingnya mengganti pakaian segera setelah berkeringat agar terhindar dari penyakit kulit. Kebiasaan-kebiasaan kecil ini, jika dilakukan secara rutin, akan menjadi pondasi bagi anak-anak untuk memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai penyakit menular yang sering muncul di lingkungan asrama yang padat.
Metode yang digunakan BAPOMI Banyuasin adalah dengan cara memimpin melalui teladan. Instruktur selalu tampak bersih dan rapi saat memberikan pelatihan, sehingga anak-anak secara alami terdorong untuk meniru kebiasaan baik tersebut. Mereka juga mengadakan kompetisi kecil yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan panti, seperti menjaga kebersihan lapangan latihan atau ruang ganti. Dengan cara ini, pesan tentang pentingnya kebersihan tidak terasa seperti beban atau tugas sekolah yang membosankan, melainkan bagian dari gaya hidup atlet yang keren dan patut dibanggakan.
Selain menjaga kebersihan diri, BAPOMI juga mengedukasi tentang pentingnya sanitasi di lingkungan olahraga. Mereka mengajarkan anak-anak bahwa fasilitas yang bersih akan membuat aktivitas olahraga menjadi jauh lebih nyaman dan aman. Perilaku hidup bersih ini merupakan bentuk nyata dari kedisiplinan dan rasa hormat terhadap fasilitas bersama. Anak-anak yatim belajar bahwa merawat fasilitas panti asuhan adalah tanggung jawab bersama, dan setiap kontribusi kecil mereka sangat berarti bagi kenyamanan seluruh penghuni panti.
Para pengasuh panti asuhan sangat bersyukur atas dukungan BAPOMI Banyuasin. Kehadiran tim BAPOMI yang rutin membuat suasana di panti asuhan menjadi lebih disiplin dan teratur. Perubahan perilaku anak-anak, mulai dari lebih rajin menjaga kebersihan hingga semangat dalam berolahraga, menunjukkan bahwa metode pendampingan yang persuasif sangat efektif.