Kesehatan mata adalah salah satu aspek yang paling sering terdampak dalam olahraga akuatik. Keluhan mengenai mata merah usai renang hampir dialami oleh setiap atlet, mulai dari rasa perih yang ringan hingga iritasi berat yang mengganggu penglihatan setelah latihan berakhir. Di wilayah Banyuasin, masalah ini sering dikaitkan dengan kualitas air di kolam renang yang tidak seimbang secara kimiawi. Bapomi Banyuasin menyadari bahwa kenyamanan visual sangat berpengaruh pada akurasi gerakan dan fokus atlet saat mengejar target waktu di kolam prestasi.
Banyak orang salah kaprah dengan menganggap bahwa klorin adalah penyebab utama iritasi mata. Padahal, mata merah biasanya disebabkan oleh pembentukan zat yang disebut kloramin. Zat ini muncul ketika klorin bereaksi dengan kontaminan organik seperti keringat, urin, atau produk perawatan tubuh yang dibawa oleh perenang ke dalam air. Kloramin bersifat sangat iritatif bagi selaput lendir mata. Oleh karena itu, Bapomi Banyuasin kawal mutu air secara ketat guna memastikan bahwa proses disinfeksi kolam berjalan secara efektif tanpa merugikan kesehatan indera penglihatan para mahasiswanya.
Pentingnya Keseimbangan Kimiawi Kolam Renang
Selain masalah kloramin, tingkat keasaman (pH) air juga memegang peranan krusial. Cairan mata manusia memiliki pH alami sekitar 7,4. Jika air kolam terlalu asam (pH rendah) atau terlalu basa (pH tinggi), maka lapisan air mata pelindung pada kornea akan rusak, menyebabkan saraf mata terpapar langsung pada air yang iritatif. Inilah yang memicu sensasi terbakar dan mata merah yang persisten. Bapomi Banyuasin mendorong pengelola fasilitas olahraga untuk melakukan pengujian pH minimal tiga kali sehari guna menjaga stabilitas kualitas air sesuai standar internasional.
Paparan terus-menerus terhadap air yang tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko infeksi mata seperti konjungtivitis bakteri. Bagi atlet mahasiswa, gangguan penglihatan meski hanya sementara dapat menghambat proses belajar di kampus dan menurunkan produktivitas latihan. Bapomi menekankan bahwa kebersihan kolam bukan hanya tanggung jawab pengelola, tetapi juga para atlet melalui kebiasaan mandi sebelum masuk ke kolam guna mengurangi beban kontaminan organik dalam air.
Langkah Proteksi dan Perawatan Mata Atlet
Untuk meminimalisir risiko, Bapomi Banyuasin mewajibkan penggunaan kacamata renang (goggles) yang memiliki segel kedap air yang baik bagi seluruh atletnya. Kacamata ini berfungsi sebagai pelindung fisik utama yang mencegah kontak langsung antara permukaan mata dengan mutu air kolam yang mungkin mengandung iritan. Selain itu, penggunaan tetes mata berbahan dasar air mata buatan (artificial tears) setelah latihan sangat disarankan untuk membantu membilas residu kimia dan mengembalikan kelembapan alami kornea mata.