Pendidikan dan pengembangan bakat olahraga seharusnya tidak menjadi hak eksklusif bagi mereka yang mampu secara ekonomi. Di Kabupaten Banyuasin, sebuah inisiatif luar biasa muncul dari tangan-tangan kreatif mahasiswa yang tergabung dalam BAPOMI. Mereka menyadari banyak talenta muda di desa-desa yang memiliki kemampuan luar biasa dalam mengolah si kulit bundar, namun harus mengubur mimpinya karena biaya Sekolah Bola Gratis yang tidak terjangkau. Melalui sebuah gebrakan yang sangat humanis, BAPOMI Banyuasin mendirikan program pelatihan sepak bola tanpa dipungut biaya sepeser pun yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Program ini bukan sekadar latihan mingguan biasa, melainkan sebuah sistem pembinaan yang terstruktur dengan melibatkan mahasiswa jurusan olahraga sebagai pelatih sukarela. BAPOMI Banyuasin memanfaatkan lapangan-lapangan desa yang selama ini kurang terurus untuk dijadikan pusat pelatihan. Selain memberikan teknik dasar sepak bola, para mahasiswa juga berperan sebagai mentor yang menanamkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, disiplin, dan kerja sama tim. Dengan menyediakan Sekolah Bola Gratis yang inklusif, BAPOMI memberikan harapan baru bagi anak-anak di pelosok daerah untuk tetap berani bermimpi menjadi atlet profesional di masa depan.
Salah satu tantangan utama dalam program ini adalah penyediaan perlengkapan seperti sepatu, bola, dan seragam. Namun, BAPOMI memiliki strategi cerdas dengan mengadakan kampanye donasi perlengkapan olahraga bekas layak pakai dari para alumni dan masyarakat umum. Banyak pihak yang tergerak melihat kesungguhan para mahasiswa dalam membantu anak kurang mampu tersebut. Melalui gerakan ini, tercipta sebuah ekosistem sosial yang saling mendukung, di mana mereka yang berlebih membantu mereka yang kekurangan melalui jalur olahraga. BAPOMI membuktikan bahwa keterbatasan anggaran organisasi bukan penghalang untuk melakukan aksi nyata yang berdampak luas.
Kegiatan ini juga memberikan manfaat besar bagi para mahasiswa yang bertindak sebagai pelatih. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan ilmu kepelatihan yang didapat di bangku kuliah ke dalam situasi nyata di lapangan. Mengajar anak-anak dengan latar belakang yang beragam melatih kesabaran dan kemampuan komunikasi mereka. BAPOMI ingin mencetak lulusan yang tidak hanya mahir secara teori, tetapi juga memiliki empati sosial yang tinggi. Sepak bola di sini hanyalah sarana, sedangkan tujuan utamanya adalah membangun kepercayaan diri anak-anak dan memberikan mereka lingkungan yang positif untuk tumbuh.