BAPOMI Banyuasin Tekankan Kebersihan Lapangan Setelah Selesai Latihan

Fokus utama yang selalu diingatkan oleh para pembina adalah mengenai tekankan kebersihan sebagai cerminan kepribadian mahasiswa yang terpelajar. Lapangan yang kotor tidak hanya tidak nyaman dipandang, tetapi juga dapat menjadi sumber penyakit dan meningkatkan risiko cedera. Misalnya, sampah plastik atau botol minuman yang berserakan di pinggir lapangan dapat menyebabkan atlet terpeleset. Dengan menanamkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang ada, organisasi ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa merasa bertanggung jawab secara pribadi untuk menjaga agar area latihan tetap dalam kondisi yang prima dan siap pakai kapan saja.

Kondisi lapangan yang terawat mencerminkan tingkat profesionalisme sebuah tim atau organisasi. Di Banyuasin, setiap unit kegiatan olahraga diinstruksikan untuk memiliki jadwal rutin pembersihan area setelah digunakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari penumpukan sampah yang biasanya meningkat setelah sesi latihan intensif atau pertandingan uji coba. Mahasiswa diajarkan bahwa proses latihan belum dianggap selesai jika area pertandingan belum kembali bersih seperti sedia kala. Kedisiplinan ini diharapkan dapat terbawa ke dalam perilaku sehari-hari mereka di luar dunia olahraga, sehingga mereka tumbuh menjadi individu yang peduli terhadap lingkungan sekitar.

Kegiatan membersihkan area setelah selesai beraktivitas merupakan latihan kepemimpinan dan kerja sama tim yang sangat efektif. Tidak ada batasan senioritas dalam hal menjaga kebersihan; baik atlet senior maupun junior harus saling bahu-membahu. Ini adalah cara yang sangat ampuh untuk mengikis sifat sombong atau perasaan merasa lebih penting daripada yang lain. Di dalam organisasi, nilai kesetaraan dan gotong royong sangat dijunjung tinggi. Melalui tindakan sederhana seperti memungut sampah, mahasiswa belajar tentang kerendahan hati dan pentingnya memberikan kontribusi positif bagi fasilitas publik yang mereka gunakan secara cuma-cuma.

Sesi tekankan kebersihan yang produktif seharusnya meninggalkan dampak positif, bukan meninggalkan tumpukan sampah. BAPOMI Banyuasin juga mulai menerapkan sistem sanksi kreatif bagi tim atau individu yang terbukti abai terhadap kebersihan sarana olahraga. Sanksi ini bukan bertujuan untuk menghukum secara fisik, melainkan untuk memberikan efek jera dan pengingat akan pentingnya etika. Di sisi lain, pemberian apresiasi bagi unit kegiatan yang paling konsisten menjaga kebersihan juga dilakukan untuk memotivasi mahasiswa. Persaingan dalam hal kebersihan diharapkan menjadi budaya baru yang membanggakan di lingkungan kampus di Banyuasin.