Banyuasin: Strategi BAPOMI Mendorong Partisipasi Mahasiswa dalam Cabor Dayung dan Kano

Banyuasin, dengan wilayah perairan yang luas dan sungai-sungai yang mengalir, secara alamiah mendukung pengembangan Cabor Dayung dan Kano. Namun, tantangan utama BAPOMI Banyuasin adalah Mendorong Partisipasi Mahasiswa dalam cabor yang membutuhkan komitmen waktu tinggi, sarana spesifik, dan tantangan alam terbuka. Strategi yang dijalankan harus menarik dan menunjukkan nilai tambah olahraga air ini.

Strategi utama untuk Mendorong Partisipasi Mahasiswa adalah melalui fun-based recruitment dan sosialisasi yang masif. BAPOMI menyelenggarakan river festivals atau canoeing tryouts yang bersifat rekreasi dan terbuka untuk semua mahasiswa. Ini menghilangkan persepsi awal bahwa Cabor Dayung dan Kano hanya untuk atlet elit, menjadikannya kegiatan yang menyenangkan untuk dicoba.

Setelah basis partisipasi terbentuk, manajemen pembinaan harus fokus pada ketersediaan peralatan dan keamanan. BAPOMI Banyuasin perlu menjalin kemitraan dengan klub dayung lokal, TNI AL, atau perusahaan perkapalan untuk mendapatkan akses ke perahu dan fasilitas penyimpanan yang memadai. Aspek keamanan sangat ditekankan; setiap sesi latihan di perairan harus diawasi oleh tim penyelamat dan memiliki protokol keselamatan yang ketat.

Pengembangan Cabor Dayung dan Kano di Banyuasin juga dapat dikaitkan dengan manfaat fisik dan psikologisnya. Dayung dikenal sebagai salah satu olahraga yang melatih seluruh kelompok otot tubuh dan menuntut sinkronisasi tim yang luar biasa. BAPOMI mempromosikan manfaat ini dalam materi rekrutmen. Dengan menargetkan mahasiswa yang mencari tantangan fisik dan pengembangan keterampilan kerja sama tim, Banyuasin berhasil Mendorong Partisipasi Mahasiswa untuk memanfaatkan potensi alam mereka, mengubah sungai dan danau menjadi arena pembinaan atlet berprestasi.